Rabu, 07 Juni 2017

Apa Kabar Bumi Hari ini ?

"Apa kabar bumi hari ini ? " Gumamku sambil tetap fokus pada keadaan diluar kaca Pesawat luar angkasa yang kukendarai, sesekali aku sempatkan jemariku yang sudah mulai kram memegang tuas kendali pesawat untuk beralih mengelus elus kepala Doggopo , Anjing peliharaanku yang tak pernah mau ketinggalan untuk berjalan jalan , Apalagi jika tujuan perjalananku adalah BUMI .

Pagi pagi sekali aku telah menyiapkan segala perbekalan yang penting untuk kubawa dalam perjalanku hari ini , terkhusus cemilan ringan untuk Anjingku yang rewel " Doggopo " ia akan dengan tega menggaruk garuk kursi kemudi jika ia lapar , sungguh aku tak akan nembiarkan Doggopo melakukan itu pada pesawat luar angkasa baru ku ini , ayah sudah susah payah menciptakannya untukku , ditambah lagi pesawat luar angkasa ini di berinama yang sama dengan namaku " Cerzius " . Ini adalah perjalanan tunggal pertamaku meninggalkan Planet Kepler-186F menuju Bumi , oh .. Aku rindu sekali pada Bumi, entah sudah setua apa dirinya sekarang

Aku menarik Tuas dengan kencang, tanpa terasa pesawat luar angkasa yang ku kendarai telah memasuki atmosfer Bumi. Membus jarak 500 tahun Cahaya kini Aku telah begitu jauh meninggalkan planet Kepler-186F dan tiba di Bumi. Doggopo tampak takut, ia terus menerus menggonggong melihat pinjaran api yang berkobar kobar mengelilingi pesawat luar angkasa yang mulai bergetar dengan hebat ,gesekan badan pesawat dengan tujuh lapisan atmosfer Bumi menciptakan panas yang membakar , Biasanya meteor yang bertabrakan diluar angkasa dan terpental kebumi akan langsung terbakar habis saat mencapai Bumi. Tapi sepertinya kali ini berbeda , Lapisan atmosfer bumi tampaknya sudah semakin menipis, mungkin beberapa puluh tahun nanti Bumi akan meleleh karena terbakar oleh sinar matahari.. Bahkan Dari dalam pesawat luar angkasa saja aku bisa merasakan hawa bumi yang begitu panas dan semakin panas.

"GUK GUK GUK" Doggopo menggongong, tampaknya ia telah melihat sesuatu di Bumi yang membuatnya tertarik,

"Apa yang kau lihat Doggopo ? " tanyaku , Doggopo kembali menjawab dengan gonggongan kecil . Aku menurunkan sedikit peawat luar angkasaku . Aku yakin manusia Bumi selalu punya kebiasaan Menarik untuk dijadikan tontonan gratis bagi pengunjung seperti kami.

"Hmm.." Aku bergumam, mataku menangkap keadaan di daratan bumi, ada begitu banyak manusia Bumi yang berkumpul di sepanjang jalan dan meneriaki kata kata kasar yang anarkis, sebagian diantara mereka tampak asik merusak berbagai macam benda di atas Bumi , " Dasar manusia bumi ! " cetusku. " untuk apa mereka membangun , jika nantinya dirusak kembali ". Gumamku prihatin .

Kembali tanganku menaikkan tuas kendali, pesawat kami tidak boleh berada terlalu dekat dengan daratan bumi . Aku tidak ingin melihat tingkah aneh manusia bumi saat melihat pesawat luar angkasaku ini mengudara di atas kepala Mereka, hal buruk akan terjadi, aku masih ingat ketika pertama kali ayah mengajakku ke BUMI , waktu itu ayah ingin menunjukkan padaku sebuah planet dimana para leluhur kami pernah tinggal sekitar ribuan atau jutaan abad yang lalu . Ya, tempat itu bernama Bumi , para leluhur menamai tanah mereka sebagai Atlantis. Sampai sekarang Manusia Bumi percaya bahwa Benua Atlantis dengan peradaban modern itu telah tenggelam di dasar laut dalam waktu satu hari satu malam, nanum kenyataannya ketika Manusia manusia bumi sibuk mencari opini tentang menghilangnya atlantis, para leluhur kami sudah mendirikan kehidupan di Planet baru yang mereka temukan. Ayah mengatakan bahwa Terjadi bencana besar kala itu, sebagian besar daratan di Bumi tenggelam oleh stunami yang muncul akibat gempa yang dasyat , para ilmuah atlantis telah memprediksikan Bencana tersebut , karena itu berpuluh puluh tahun sebelum bencana dasyat itu terjadi para peneliti dari atlantis telah mempersiapkan sebuah rancangan pesawat luar angkasa dan mencari Planet lain untuk mereka tempati , dan beberapa bulan sebelum bencana itu tiba para peneliti berhasil menemukan sebuah planet yang percis seperti Bumi dan mereka menamainya kepler-186F. Satu hari sebelum bencana itu terjadi para leluhur telah meninggalkan atlantis beserta Bumi untuk selamanya.

Kini kami sebagai anak Cucu dari Para leluhur dari Atlantis tinggal dengan damai di Planet kepler-186F., sesekali manusia dari Planet kepler selalu berkunjung ke Bumi, sebagian dari kami ada yang datang untuk mempelajari sejarah, sekedar untuk berjalan jalan pada jam-jam libur  , atau bahkan hanya untuk melepas rindu seperti ku. Jika bicara usia, manusia dari Planet Kepler terpaut lebih tua dari pada manusia bumi , semua itu karena Planet Kepler memiliki jarak yang dekat dengan Matahari , dengan galaksi yang berbeda Palnet Kepler-186F mengorbit Matahari dalam jangka waktu yang lebih singkat yaitu 130 Hari .  Saat ini aku telah memasuki usia 22 tahun , Itu artinya jika aku tinggal dibumi maka usiaku adalah 10 Tahun,  mungkin karena masa orbit planet kepler yang lebih cepat dari Bumi , manusia di planet Kepler juga berpikir lebih cepat dari manusia bumi. Seperti yang aku lihat saat ini , Bumi tak pernah mengalami kemajuan yang baik , melainkan perubahan kearah yang lebih buruk, Namun entah mengapa setiap kali manusia dari planet Kepler-186F berkunjung ke Bumi, manusia bumi yg melihat atau menyadari kedatangan kami selalu menyambut dengan ketidak senangan , seakan akan Bumi hanyalah milik mereka sementara kami hanyalah makluk asing yang datang untuk memberikan kabar buruk.   

“ Manusia Bumi ini lucu “  Ucap Ayah Padaku kala itu . Aku dan doggopo menatap pada ayah dengan tanda Tanya besar .

“ Sejauh ini tidak ada satu dari kita yang memiliki hubungan dekat dengan Manusia bumi , tapi manusia bumi dapat dengan mudah memberi nama dan Julukan terhadap orang orang dari Planet Kepler dengan sebutan yang aneh, ALIEN “ Jelas Ayah .

“ Alien “ Gumamku , “ Ugh .. Aku tidak suka !” Cetusku kesal , bukan hanya aku , orang orang dari planet kepler yang pernah berkunjung ke bumi juga merasakan kekesalan yang sama . Manusia Bumi terlalu bersifat sok Pintar , Mereka terlalu mudah memberikan persepsi dan pemikiran pemikiran kosong tanpa menguak lebih dalam tentang bukti dan kejelasan keberadaan kami.

" Guk Guk Guk " Doggopo Kembali menyalak dengan keras memudarkan kenanganku tentang ucapan ayah belasan tahun yang lalu , Ah, kali ini entah apa yang menarik perhatiannya..

"Wah , sebuah Pelangi ! " gumamku, tampaknya di sebagian wilayah di Bumi baru saja terjadi hujan,  Tidak heran kenapa Doggopo menggonggong begitu keras , ia begitu suka hujan .sepertinya Ia menginginkanku untuk mendaratkan pesawat luar angkasaku agar ia bisa mencicipi daratan bumi yang basah. Dogoppo suka sekali bermain air.

"Sebentar doggopo, kita harus mencari kawasan yang aman untuk mendaratkan pesawat kita ! “ Ucapku, Doggopo memelankan gonggongannya .

Aku mulai melacak lokasi teraman bagi pesawat luar angkasa untuk dapat mendarat, Sebenarnya Ayah melarangku untuk mendaratkan Pesawat , Ia tidak ingin kunjunganku ke Bumi kali ini di ketahui oleh manusia manusia dibumi , Tapi aku yakin Doggopo adalah penjaga rahasia yang baik.

“ Bukankah Begitu Doggopo ? “ Aku memainkan mataku pada Doggopo , ia menggeliat manja di kakiku.

Ada sebuah halaman terbuka di antara pepohonan pinus yang berjajar rimbun sedikit jauh dari daerah kawasan yang terkena hujan, sekarang susah sekali mencari hutan dibumi. Hanya di hutan kami dapat mendaratkan pesawat tanpa perlu menarik perhatian manusia , Namun deretan pepohonan pinus yang cukup rimbun itu setidaknya cukup untuk menyembunyikan pesawat luar angkasaku disana, walaupun tidak di tanah basah, setidaknya aku juga ingin merasakan hangatnya rerumputan dibumi.  Aku menarik tuas untuk turun.  

“ Guk Guk Guk , Guk Guk Guk !”  Kali ini Doggopo mengonggong untuk mengingatkanku agar tidak lupa memakai baju Pelindung , sebuah baju yang dibuat khusus bagi para Manusia di Planet Kepler untuk di pakai ketika berkunjung ke Bumi .

“ Bumi Itu Panas “ Ayah mengingatkanku kala itu , “ Udara disana begitu kotor, Baju ini akan melindungimu dari panas matahari dan udara yang kotor, Ayah tidak ingin kinerja otakmu menurun karena teinfeksi oleh virus yang ada di bumi “   

“ Huh ,, “ Aku menghela nafas, Baju khusus itu begitu ketat dengan sebuah helm besar di kepala ,  sebuah helm yang berfungsi untuk menyaring udara bumi yang terhirup . Sejujurnya , Aku tidak suka memakainya , hal itu membuat bentuk tubuh kami terlihat aneh , dan mungkin hal itu jugalah yang membuat manusia bumi menganggap kami berbeda . Padahal yang mereka lihat adalah kami dalam balutan baju pelindung.

“ Oh , tidak ! “ Teriakku , tanpa kusadari ada sepasang manusia bumi diantara pohon pohon pinus, Tampaknya kehadiran pesawat luar angkasaku membuat mereka terkejut. Namun aku beruntung karena mereka tidak mendokumentasikan kehadiran kami , Mungkin karena sepasang manusia itu tengah sibuk mengenakan pakaian mereka. Heran, di udara bumi yang sedemikian panas bagaimana bisa mereka berbaring di rerumputan tanpa mengenakan sehelai kainpun .

Aku menaikkan tuas kendali , membawa pesawat luar angkasa melesat diudara.
“ Maaf Doggopo Sepertinya kita harus menyudahi kunjungan kita kali ini “ Aku mengelus kepala Doggopo. “ Lain kali kita akan mengajak teman temanku yang lainnya untuk berkunjung , Ya … Semoga manusia bumi dapat menjaga planet tempat tinggal mereka ini dengan baik, Walau entah akan seperti apa kabarnya nanti “